Cari Blog Ini

Popular posts

Bahaya Merokok bagi Kesehatan Gigi dan Mulut

  Dampaknya bagi Kesehatan Mulut Merokok dan menggunakan produk tembakau lain menjadi penyebab sebagian besar masalah gusi pada orang dewasa...

Bahaya Merokok bagi Kesehatan Gigi dan Mulut

Senin, 07 Desember 2020

 



Dampaknya bagi Kesehatan Mulut

Merokok dan menggunakan produk tembakau lain menjadi penyebab sebagian besar masalah gusi pada orang dewasa. Merokok dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit gusi. Tembakau menghambat aliran darah ke gusi, sehingga membuat gusi kekurangan nutrisi, oksigen dan rentan untuk terserang infeksi. Selain itu, rokok berdampak kepada kerusakan lapisan tulang dan jaringan pada gigi.

Tergantung jumlah dan lamanya merokok, para perokok berisiko mengalami masalah-masalah berikut ini:

  • Perubahan warna gigi.
  • Bau napas tidak sedap yang bersifat menetap.
  • Berkurangnya kepadatan tulang pada rahang.
  • Periodontitis: infeksi yang disebabkan bakteri pada rongga mulut sehingga  mengakibatkan kerusakan pada jaringan pendukung gigi.
  • Meningkatnya penumpukan plak dan karang gigi.
  • Meningkatnya risiko kanker mulut.
  • Meningkatnya risiko sinusitis.
  • Peradangan kelenjar ludah.
  • Risiko timbulnya bercak-bercak putih di dalam mulut, disebut leukoplakia.
  • Meningkatnya risiko penyakit gusi. Kondisi ini menjadi penyebab utama tanggalnya gigi.
  • Bertambahnya risiko lubang pada gigi.

Bahaya Tembakau Non-Isap

Selain menjadi bahan dasar rokok, di beberapa negara termasuk Indonesia, daun tembakau dapat dikunyah atau dikulum. Tembakau kunyah ini umumnya hanya diproduksi oleh usaha rumahan skala kecil dan tanpa merek, atau bahkan dilinting hanya untuk konsumsi pribadi.

Sayangnya, tembakau non-isap ini ternyata lebih berbahaya dibandingkan merokok. Tembakau mengandung lebih dari 25 bahan kimia yang berisiko menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Penggunaan tembakau yang dikunyah dapat menyebabkan tubuh terpapar kandungan nikotin jauh lebih banyak dibandingkan rokok. Selain itu, tembakau non-isap ini dapat menyebabkan iritasi dan penipisan lapisan gusi, sehingga gigi menjadi lebih sensitif.

Berhenti Merokok

Seorang perokok memiliki risiko enam kali lebih tinggi untuk mengidap kanker mulut dan tenggorokan dibandingkan yang tidak merokok. Penelitian juga membuktikan bahwa dengan berhenti merokok, risiko mengidap penyakit gusi akan menurun drastis. Selain itu, hampir semua pengguna tembakau non-isap yang mengidap leukoplakia juga bisa sembuh dalam waktu kurang dari dua bulan.

Nicotine Replacement Therapy (NRT) adalah salah satu terapi untuk menghentikan kebiasaan merokok yang relatif aman untuk semua orang. Terapi dilakukan dengan beberapa pilihan:

  • Permen karet nikotin: dikunyah perlahan-lahan selama 30 menit secara teratur.
  • Tablet isap: diisap di antara gusi dan di bagian dalam pipi selama 30 menit.
  • Tablet sublingual: tablet dibiarkan larut di bawah lidah.
  • Inhaler: dihirup secara teratur dan sesuai dosis.
  • Transdermal: ditempelkan pada kulit yang berpemukaan kering dan tidak berambut pada tubuh bagian atas.
  • Obat semprot hidung.

Tanyakan dokter untuk mengetahui terapi manakah yang lebih sesuai untuk Anda.

Memeriksakan Diri ke Dokter Gigi

Selain menyikat gigi, berkumur dengan cairan antibakteri dapat mengurangi risiko penyakit gigi dan gusi. Telah tersedia obat kumur khusus untuk perokok. Apakah Anda perokok atau bukan, tetaplah penting untuk memeriksakan diri ke dokter gigi jika Anda mengalami gejala berikut ini:

  • Gusi berdarah saat disikat.
  • Gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan panas atau dingin.
  • Gusi bengkak, nyeri, atau merah.
  • Gusi yang meregang atau menjauh dari gigi.
  • Berubahnya pertemuan deretan gigi atas dan bawah.
  • Bau mulut yang tidak kunjung hilang.
  • Tanggalnya gigi permanen.
Sumber : https://www.alodokter.com/bahaya-merokok-bagi-kesehatan-mulut#:~:text=Dampaknya%20bagi%20Kesehatan%20Mulut&text=Merokok%20dapat%20meningkatkan%20risiko%20berkembangnya,tulang%20dan%20jaringan%20pada%20gigi.

Pelayanan Kesehatan Gigi pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

    Pada masa adaptasi kebiasaan baru, masyarakat harus menghadapi dan hidup berdampingan dengan COVID-19 dalam rangka memenuhi kebutuhan ekonomi dan kebutuhan lainnya agar tetap produktif. Klinik sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) juga memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di dalam upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19. Dalam masa adaptasi kebiasaan baru seluruh fasilitas pelayanan kesehatan termasuk Klinik harus mempersiapkan sumber daya yang dimiliki. Standar prosedur operasional (SPO) yang dilaksanakan harus disesuaikan dengan memperhatikan keselamatan tenaga kesehatan dan masyarakat penerima pelayanan agar terhindar dari penularan COVID-19.

Pada Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut :
1. Melakukan Persiapan Pelayanan
2. Penerapan Triase
3. Penerapan jaga jarak (physical distancing)

    Pandemi Covid-19 mengharuskan perubahan kebiasaan dari tatanan dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Pelayanan gigi dan mulut dapat diberikan sesuai dengan kompetensi dan kewenangan klinik pratama dengan menyesuaikan SOP pelayanan kesehatan gigi dan mulut.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian pada masa adaptasi kebiasaan baru yaitu :
1. Posisi dental uunit diatur dengan posisi keppala pasien berada pada arah masuk aliran udara bersih yang terletak di belakang dokter gigi ke arah pasien dan dihisap dengan exhauster yang diletakkan 20cm dari lantai sebagai penghiap aliran udara kotor.
2. Menerapkan konsep 4-handed dentistry, dimana dokter gigi dibantu oleh asisten yang dapat melaksanakan prosedur suction dan rubber dam untuk meminimalkan percikan droplet dan aerosol.
3. Penggunaan saliva ejector dengan volume tinggi sebagai High Volume Evacuator (HVE) dan rubber dam yang sesuai.
4. Alat kesehatan tambahan untuk manajemen aerosol dapat menggunakan alat vscuum aerosol (HVE Portable) dan wrapping box/aerosol box.
Minta pasien berkumur dengan hidrogen peroksida 1,5% atau povidon 0,2% sebelum perawatan.
6. Untuk pasin anak-anak atau pasien dewasa yang tidak dapat berkumur, selalu gunakan rubber dam untuk semua prosedur tindakan yang menghasilkan aerosol, berkumur sebelum perawatan harus diganti dengan menggunakan cotton roll karena mungkin sulit bagi pasien untuk berkumur dengan tepat.
7. Hindari penggunaan kipas angin atau AC yang diletakkan di langit-langit atau di depan dental unit yang arah anginnya mengarah dari pasien ke operator saat melakukan prosedur, sebaiknya letakkan kipas angin atau AC dibelakang operator dan biarkan aliran udara menuju pasien.
8. Melakukan desinfeksi ruangan setelah melakukan tindakan prosedur gigi sebelum memasukkan pasien.
9. Membatasi jumlah orang dalam ruangan selama prosedur tindakan dilakukan, penunggu pasien dewasa disarankan tidak masuk dalam ruang praktik dokter gigi.



Sumber : Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan di Klinik Pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. 2020


Profil Pelayanan Kesehatan Gigi RST dr. Asmir Salatiga

 


    RS Tk. IV 04.07.03 dr. ASMIR adalah salah satu Layanan Kesehatan milik TNI AD Kota Salatiga yang berbentuk RSU, dikelola oleh  TNI AD dan termaktub kedalam RS Tipe C. Layanan Kesehatan ini telah teregistrasi semenjak  01/11/2015 dengan Nomor Surat Izin  440/139/102 dan Tanggal Surat Izin  19/03/2013 dari  PEMKOT dengan Sifat  Tetap, dan berlaku sampai   5 TAHUN. Sesudah menjalani Prosedur AKREDITASI RS Seluruh Indonesia dengan proses  Pentahapan I ( 5 Pelayanan) akhirnya diberikan status  Lulus Akreditasi Rumah Sakit. RSU ini bertempat di Jl. Dr Muwardi No. 50 Salatiga, Kota Salatiga, Indonesia. RST dr. Asmir Salatiga memiliki pelayanan kesehatan salah satunyaialah pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Poli gigi di RST dr. Asmir memiliki 3 orang dokter gigi, yaitu 2 dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak dan 1 dokter gigi umum, serta 2 orang perawat gigi.


    Di dalam poli gigi terdapat 2 dental unit yang berfungsi dengan baik untuk memberikan pelayanan kesehatan gigi. Selain poli gigi yang ada di rumah sakit, RST dr. Asmir memiliki klinik pratama yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut dengan dilengkapi 1 dental unit. 
Selain dental unit, poli gigi RST dr. Asmir memiliki 1 unit alat sterilisasi, lemari alat dan bahan, meja administrasi, 1 buah kulkas, washtafel, tempat sampah infeksius dan non infeksius, dan lain – lain.


    Poli gigi RST dr. Asmir buka setiap hari Senin – Sabtu, mulai pukul 08.00 dan tutup pedaftaran pukul 12.00 kecuali hari Jum’at. Setiap harinya poli gigi melayani kurang lebih 17-20 an pasien dan bisa lebih.Kegiatan di poli gigi pada awalnya yaitu pasien mendaftar di bagian pendaftaran selanjutnya menunggu di ruang tunggu poli gigi. Pasien kemudian dipanggil sesuai urutan rekam medis dan diberikan pelayanan kesehatan gigi oleh dokter gigi dan perawat gigi. Setelah pelayanan, perawat gigi kemudian memberikan komter dan penjelasan mengenai biaya, dll. Setelah itu pasien mengambil obat, menuju kasir dan pulang. Seluruh tindakan yang dilakukan kepada pasien dicatat di dalam buku rekam medis. Untuk pasien yang memerlukan penanganan lanjut, RST dr.Asmir memiliki lab dan layanan radiologi untuk foto rongten pasien dan rujukan.




Monitoring dan Evaluasi Kegiatan

Kamis, 05 November 2020

     Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan gigi dan mulut ini dilaksanakan di Dusun Cabean Kulon RT 31/RW 06, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran  yang terletak di kabupaten Semarang dengan jangka waktu pelaksanaan berlangsung selama 39 hari secara daring sejak tanggal 28 September – 6 November 2020. 

  1. Monitoring

Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan gigi dan mulut di Dsn. Cabean Kulon RT 31/RW 06 perlu dilakukan pemantauan (monitoring) untuk menemukan permasalahan yang menghambat program kegiatan, yang mencakup :

a.    Ketersediaan SDM yang menjalankan pelayanan.

b.    Sarana prasarana pendukung.

c.    Bahan-bahan yang diperlukan.

d.    Alokasi waktu.

  1. Evaluasi

a.    Evaluasi Proses

1)     Pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Gigi dan Mulut di Cabean Kulon RT 31/RW 06 dilakukan evaluasi proses. Evaluasi ini perlu dilakukan pada saat proses berlangsung dengn tujuan menilai tahapan kerja yang mungkin menjadi hambatan pada saat berlangsungnya kegiatan yang meliputi :

a)    Waktu penyampaian

b)    Materi yang disampaikan

2)     Sebelum dilakukan pelatihan maka perlu dilakukan survey peserta untuk mengetahui tingkat pengetahuannya tentang kesehatan gigi dan mulut

b.    Evaluasi Hasil

Kegiatan telah terlaksana dengan baik, sasaran mampu memahami, bertanya dan mengerti mengenai materi yang telah disampaikan. Meskipun tidak bertatap muka secara langsung dan melalui Whatsapp Group selama kegiataan berlangsung namun tidak mengurangi antusiasme dan perhatian dari sasaran tersebut.



Dokumentasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Gigi dan Mulut di Wilayah Dsn. Cabean Kulon RT 31/RW 06

Kamis, 29 Oktober 2020

        1. Pengantar Praktik Kerja Lapangan

               Pada hari Selasa, 6 Oktober 2020 telah dilaksanakan Pengantar praktik oleh Dosen Pengampu PKL     Mata Kuliah Sistem Informasi Kesehatan Gigi dan mulut serta Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat II         yaitu Bapak Sulur Joyo Sukendro, S.SiT, M.Kes.

Mata Kuliah Sistem Informasi Kesehatan Gigi dan Mulut

Mata Kuliah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat II
        2.  Advokasi

    Pada hari Rabu, 7 Oktober 2020 telah dilaksanakan kegiatan pendekatan kepada tokoh    setempat. Pendekatan yang dilakukan kepada ketua RT 31 Dusun Cabean Kulon dengan cara bersilaturrahmi kepada ketua RT 31.

       Bentuk pendekatan kepada ketua RT 31 Dusun Cabean Kulon dengan cara menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan pada sasaran survei yaitu masyarakat Dsn. Cabean Kulon RT 31/RW 06, serta melakukan negosiasi penawaran dan meminta solusi mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

    Tindak lanjut yang diharapkan setelah pendekatan dilakukan adalah Kegiatan yang ditawarkan kepada ketua RT 31 Dsn. Cabean Kulon diterima dan didapatkan kerjasama yang baik antara Ketua RT 31, warga Dsn. Cabean Kulon serta pelaksana kegiatan.

Pendekatan kepada Ketua RT
    3. Menyusun Form Survey Kesehatan Gigi dan Mulut

             Pada hari Kamis, 9 Oktober 2020 dengan kesepakatan bersama kelompok kami berdiskusi dan menyusun Form Survey Kesehatan Gigi dan Mulut yang akan digunakan untuk survey kepada masyarakat setempat.

Menyusun Form Survey

        4. Pengambilan Data Survey Masyarakat
    
         Pada hari Selasa-Rabu, 13-14 Oktober 2020 telah dilaksanakan pengambilan data survey masyarakat. Identifikasi masalah hasil pengumpulan data pada 10 warga di Dusun Cabean Kulon RT 31/RW 06, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang pada tanggal 13-14 Oktober 2020 ditemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Pengamatan dan analisa masalah tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

a.  Rendahnya kesadaran  masyarakat  untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya minimal 6 bulan sekali di klinik/pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Dari 10 warga yang disurvei terdapat  8 warga yang tidak pernah mengunjungi klinik gigi minimal 6 bulan sekali (80%).

b.  Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai waktu menggosok gigi yang tepat dan beresiko memiliki kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Dari 10 warga yang disurvei terdapat 9 warga yang tidak menerapkan menggosok gigi sebelum tidur dan sesudah sarapan pagi (90%).

c.    Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis-jenis penyakit gigi dan mulut. Dari 10 warga yang disurvei terdapat  9 warga yang pernah mengalami sakit gigi namun hanya membeli obat pereda sakit saja (90%).

d.    Terdapat warga yang beresiko rentan memiliki perubahan warna pada gigi (stain). Dari 10 warga di RT 31 yang telah disurvei terdapat 5 warga yang sering minum teh/kopi (50%).

e.  Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai karang gigi dan beresiko memiliki kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Dari 10 warga di RT 31 yang telah disurvei terdapat 6 warga memiliki karang gigi (60%).

 




5. Pengolahan Data dan Menyusun Proposal

     Pada hari Kamis, 15 Oktober 2020 melakukan pengolahan data survey masyarakat.



        6. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

          Pada hari Selasa, 20 Oktober 2020 telah dilaksanakan Musyawarah bersama dengan Ketua RT dan perwakilan dari Ibu PKK/Peserta Pemberdayaan Masyarakat. Hasil dari musyawarah atas kesepakatan bersama yaitu dianjurkan untuk melaksanakan kegiatan secara online dikarenakan kondisi lingkungan yang belum diizinkan untuk melakukan suatu perkumpulan karena adanya pandemi Covid-19 , selain itu juga kesibukan masing-masing peserta untuk tetap bekerja sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan perkumpulan secara bersamaan.


        7. Pelaksanaan Kegiatan

        Pada hari Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2020 telah dilaksanakan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan secara online melalui media Whatsapp Group. Kegiatan yang dilakukan meliputi Persiapan, pembukaan dan perkenalan, penyampaian materi via online, diskusi dan tanya jawab, penutup. Kegiatan tersebut diantara lain :

a.    Penyuluhan materi kesehatan gigi dan mulut via online.

b.   Mendemonstrasikan cara menggosok gigi yang baik dan benar dengan media melalui Whatsapp Group.

c.    Evaluasi hasil penyegaran materi kesehatan gigi dan mulut pada peserta.




Satuan Acara Penyuluhan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Gigi dan Mulut

 

I.            JUDUL                :  Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

II.   SUB TOPIK              :  
a. Pengertian kesehatan gigi dan  mulut
b. Waktu dan cara yang tepat menggosok gigi
c. Kelainan yang dapat terjadi dalam rongga mulut
d. Pentingnya periksa ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara rutin minimal 6 bulan sekali
e. Penyebab terjadinya pewarnaan pada gigi

III.           HARI/TANGGAL            :  Rabu, 21 Oktober 2020

IV.          WAKTU               :  30 menit

V.           TEMPAT             :  Dusun Cabean Kulon RT 31/RW 06

VI.          PELAKSANA     :  Berliana Esti Widyaningsih

VII.         SASARAN          :  Masyarakat Dsn. Cabean Kulon RT 31

VIII.       JUMLAH             :  10 orang

IX.          TUJUAN UMUM           

1.    Meningkatkan pengetahuan, minat, serta peran masyarakat di bidang kesehatan gigi dan mulut.

2.    Mengubah  perilaku dan kebiasaan buruk pada masyarakat mengenai cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut

X.           TUJUAN KHUSUS       :                    

Pada akhir pertemuan, peserta dapat memahami :

a. Pengertian kesehatan gigi dan  mulut
b. Waktu dan cara yang tepat menggosok gigi
c. Kelainan yang dapat terjadi dalam rongga mulut
d. Pentingnya periksa ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut
secara rutin minimal 6 bulan sekali
e. Penyebab terjadinya pewarnaan pada gigi

XI.          METODE                                     : Ceramah, Tanya Jawab

XII.         MEDIA DAN ALAT PERAGA  : Laptop/handphone, video.

XIII.       KEGIATAN PENYULUHAN

No.

Waktu

Tahap

Kegiatan

Pengampu Siswa

1.

2 menit

Pembukaan

• Mengucapkan salam

• Memperkanalkan diri

• Menjelaskan TIU & TIK

• Menjawab salam
• Mendengarkan
• Menyimak hal-hal penting

2.

5 menit

Aperserpsi

• Menanyakan kepada peserta tentang kesehatan gigi dan mulut mulai dari pengertian, cara dan waktu menggosok gigi, kelainan rongga mulut, pentingnya periksa rutin minimal 6 bulan sekali, penyebab terjadinya pewarnaan gigi.

• Mendengarkan dan menjawab pertanyaan

3.

20 menit

Penyampaian Materi

• Menjeaskan tentang kesehatan gigi dan mulut meliputi pengertian, cara dan waktu menggosok gigi, kelainan rongga mulut, pentingnya periksa rutin minimal 6 bulan sekali, penyebab terjadinya pewarnaan gigi.

• Memperhatikan penjelasan yang diberikan

4.

20 menit

Sesi Tanya Jawab

• Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya bila ada yang belum dimengerti

• Bertanya tentang materi yang belum dimengerti

5.

13 menit

Penutup

• Menanyakan kepada peserta sesuia dengan TIU

• Menyimpulkan kegiatan

• Memberikan pujian dan motivasi terhadap siswa

• Mengucapkan salam penutup

• Menjawab pertanyaan
 • Mendengarkan penjelasan
 • Mendengarkan dan menerima pujian bagi yang menjawab pertanyaan dengan benar
 • Menjawab salam

XIV.   MATERI

a.    Latar Belakang

Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal yang sering diabaikan oleh banyak orang, padahal gigi dan mulut merupakan “pintu masuk” bagi bakteri dan kuman yang   dapat   mengganggu   organ   tubuh   lainnya.   Kesehatan   gigi   dan   mulut merupakan  bagian  integral  yang  tidak  dapat  dipisahkan  oleh  kesehatan  secara umum. Organisasi  Kesehatan  Dunia  / World  Health  Organization  (WHO) pada tahun  2012  mendefinisikan  kesehatan  gigi  dan  mulut  sebagai  keadaan  bebas  dari penyakit  mulut  dan  wajah  dan  kanker  tenggorokan,  infeksi  dan  luka  pada  mulut, penyakit  gusi  dan  jaringan  periodontal,  dan  gangguan  yang  membatasi  kapasitas seorang   individu   dalam   mengunyah,   menggigit,   tersenyum,   berbicara   dan kesejahteraan  psikososial. Hal  ini  menunjukkan  pentingnya  kebersihan  mulut, bukan   hanya   untuk   mencegah   penyakit   mulut   namun   sebagai   pendorong kepercayaan  diri  seorang  individu. 

b.    Materi

1.    Pengertian Kesehatan Gigi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya, sebab kesehatan gigi akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Peranan rongga mulut sangat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia. Secara umum, seseorang dikatakan sehat bukan hanya karena tubuhnya yang sehat melainkan juga sehat rongga mulut dan giginya.

2.   Waktu dan Cara Menggosok Gigi yang Tepat

Menggosok gigi adalah membersihkan gigi dengan sikat gigi dan pasta gigi agar gigi menjadi bersih dan sehat. Waktu menggosok gigi yang tepat yaitu sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

a)    Persiapan Alat dan Bahan

·         1 buah sikat gigi (bulu sikat lembut, tangkai lurus)

·         Gelas atau cangkir berisi air

·         Pasta gigi (mengandung fluor)

·         Lap dan handuk kering

b)    Cara Kerja

·         Cuci tangan.

·         Ambil dan dekatkan peralatan.

·         Keluarkan isi pasta gigi penuh dan merata pada permukaan sikat gigi.

·         Tutup kembali pasta gigi dan kembalikan pada tempatnya.

·         Mulailah berkumur dengan air.

·         Sikat gigi dan gusi dengan posisi kepala sikat membentuk sudut 45 deraja

di daerah perbatasan antara gigi dengan gusi.

·         Gerakkan sikat dengan lembut dan memutar. Sikat bagian luar permukaan setiap gigi atas dan bawah dengan posisi bulu sikat 45 derajat berlawanan dengan garis gusi agar sisa makanan yang mungkin masih menyelip dapat dibersihkan.

·         Gunakan gerakan yang sama untuk menyikat bagian dalam permukaan gigi.

·         Gosok semua bagian permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah. Gunakan hanya ujung bulu sikat gigi untuk membersihkan gigi dengan tekanan ringan sehingga bulu sikat tidak membengkok. Biarkan bulu sikat membersihkan celah-celah gigi. Rubah posisi sikat gigi sesering mungkin.

·         Untuk membersihkan gigi depan bagian dalam, gosok gigi dengan posisi tegak dan gerakkan perlahan ke atas dan bawah melewati garis gusi.

·         Berkumur- kumur sampai mulut terasa bersih.

·         Lap / keringkan mulut dengan handuk.

·         Rapikan alat – alat.

3.    Kelainan yang Dapat Terjadi Dalam Rongga Mulut

a.    Karies (Gigi Berlubang)

Karies gigi adalah sebuah penyakit infeksi yang merusak struktur gigi yang disebabkan oleh bakteri/plak. Penyakit ini menyebabkan gigi berlubang. Jika tidak ditangani dengan perawatan penambalan gigi, penyakit ini dapat menyebabkan nyeri, penanggalan gigi, infeksi, berbagai kasus berbahaya. Jika tidak ditangani oleh seorang dokter gigi, karies akan terus tumbuh dan pada akhirnya menyebabkan gigi tanggal.

b.    Gingivitis (Radang Gusi)

Gingivitis adalah peradangan yang terjadi pada gusi, dimana gusi menjadi meradang dan mudah berdarah. Penyebabnya yaitu kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, sehingga plak tetap ada di sepanjang garis gusi. Plak merupakan suatu lapisan yang terutama terdiri dari bakteri dan penyebab utama dari gingivitis. Jika plak tetap melekat pada gigi selama lebih daari 72 jam, maka akan mengeras dan membentuk karang gigi (kalkulus).

Karang gigi biasanya diawali dengan proses penimbunan plak, yaitu sisa makanan yang menempel di permukaan gigi, yang lama-kelamaan mengeras menjadi karang. Plak alias karang gigi terjadi karena tak rajin menggosok gigi. Kebiasaan buruk tak menyikat gigi hingga bersih dapat meninggalkan plak atau karang gigi yang penuh bakteri dan kuman. Plak dapat menimbulkan bau mulut atau helitosis yang sulit dihilangkan. Dalam kondisi lebih parah, gigi bisa goyang dan tanggal begitu saja. Selain itu, kumpulan plak juga akan menjadi sarang tempat melekatnya karang gigi baru. Sedangkan bakteri yang menempel, lama-lama akan menyebabkan peradangan gusi.

Cara pencegahan plak gigi

1)    Rajin gosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan pasti gigi / odol yang mencegah plak.

2)    Rajin minum air putih yang bersih sambil kumur-kumur.

3)    Rajin membersihkan bekas sisa makanan yang ada di pojok dan sela-sela gigi dengan benang gigi.

4)    Rajin kumur-kumur dengan cairan pembersih mulut / dental floss yang bias mencegah plak karang gigi.

5)    Rajin makan buah dan atau sayur karena seratnya dapat membantu menghilangkan sisa makanan di gigi dan gusi kita.

6)    Jangan biasakan untuk mengunyah satu sisi.

Satu-satunya cara untuk mengatasi karang gigi adalah dengan pergi ke dokter gigi untuk dibersihkan agar terhindar dari penyakit yang lebih berat dan tentunya butuh biaya yang lebih besar. Karang gigi harus dibersihkan dengan alat yang disebut scaler. Ada yang manual ataupun dengan ultrasonic scaler. Setelah dibersihkan dengan scaler, karang gigi akan hilang dan gigi menjadi bersih kembali. Namun, karang gigi dapat timbul kembali apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik. Dianjurkan melakukan tindakan pencegahan sebelum karang gigi timbul yaitu dengan menyikat gigi secara teratur dan sempurna. Dental floss juga perlu digunakan untuk membersihkan permukaan antar dua gigi yang sering menjadi tempat terselipnya makanan dan menjadi tempat penimbunan plak.

4.    Pentingnya Periksa Berkala ke Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

Pemeriksaan gigi oleh dokter gigi bisa mendeteksi dan mengobati berbagai gangguan yang umum menyerang area mulut. Misalnya saja gigi berlubang (karies) dan penyakit gusi.

Orang dewasa disarankan untuk periksa gigi rutin tiap 6 bulan sekali. Namun, apabila ada keluhan pada gigi dan mulut, disarankan untuk langsung datang ke dokter gigi. Frekuensi kunjungan 6 bulan sekali tersebut juga tidak sama untuk semua orang. Jika memiliki gangguan metabolisme atau penyakit sistemik dan berisiko mengalami penyakit gigi dan mulut, maka akan dianjurkan untuk periksa gigi setiap 3 bulan sekali. 

Membuat jadwal kunjungan ke dokter gigi untuk cek kesehatan gigi adalah agenda penting,  inilah perlunya Anda rutin memeriksakan gigi minimal 6 bulan sekali:

a.    Cek gigi secara rutin memungkinkan pendeteksian masalah gigi dan gusi dalam tahap awal. Artinya, jika terindikasi – misalnya – gigi muncul lubang kecil, dokter gigi bisa segera melakukan penambalan agar gigi tidak sampai keropos. Penanganan dini justru akan menghemat biaya pengobatan dibanding pada saat kondisi gigi sudah parah.

b.    Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga berfungsi sebagai deteksi dini untuk mengamati kemungkinan munculnya penyakit serius lain pada rongga mulut, termasuk kanker. Dokter gigi bisa memberikan saran pada pasien untuk menemui dokter spesialis lain jika diperlukan pemeriksaan lanjutan.

c.    Melatih diri untuk tidak trauma dengan penanganan masalah gigi. Saat ini teknologi dalam kedokteran gigi berkembang pesat. Salah satunya yaitu efek trauma yang dialami oleh pasien bisa dikurangi. Pasien tidak lagi merasakan rasa sakit berlebihan pada saat – misalnya – penanganan saluran akar gigi maupun perawatan gigi secara keseluruhan. Semua bisa dilakukan dengan nyaman.

5.    Penyebab Terjadinya Pewarnaan pada Gigi

Perilaku masyarakat merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Masyarakat tidak menyadari, bahwa giginya mengalami perubahan warna pada bagian dalam, berwarna kekuningan, kecoklatan dan kehitaman diakibatkan karena masyarakat mengonsumsi rokok, kopi, teh dan tidak rutinnya menyikat gigi. pewarnaan gigi tidak dapat dibersihkan apabila hanya menggunakan sikat gigi saja. Kebersihan gigi dan mulut juga biasa disebabkan adanya pewarnaan gigi (stain) pada mukosa rongga mulut serta bau mulut merupakan masalah yang paling umum dialami oleh masyarakat.

Stain gigi ialah warna yang menempel diatas permukaan gigi biasanya terjadi karena pelekatan warna makanan, minuman ataupun kandungan nikotin yang merupakan substansi penghasil stain gigi. Stain mempunyai dampak yang terhadap kesehatan gigi. Stain juga dapat menyebabkan gigi berwarna coklat sampai hitam pada bagian leher gigi. Distribusi dan perubahan warna yang ditentukan oleh tipe, jumlah, dan lamanya kebiasaan mengonsumsi rokok, kopi, dan teh maka semakin besar peluang untuk perubahan warna giginya

XV.        EVALUASI

a.   Sebelum penyuluhan         :

Sebelum dilakukan penyuluhan sasaran di tanya terlebih dahulu apakah pernah memperoleh penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut sebelumnya.

b.    Setelah penyuluhan           :

Sasaran dapat menyebutkan kembali :

1)    Pengertian kesehatan gigi dan  mulut

2)    Waktu dan cara yang tepat menggosok gigi

3)    Kelainan yang dapat terjadi dalam rongga mulut

4)    Pentingnya periksa rutin ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut secara rutin minimal 6 bulan sekali

5)    Penyebab terjadinya pewarnaan pada gigi

XVI.      PENUTUP

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang tidak dapat dipisahkan dari kesehatan tubuh secara umum. Perawatan berkala perlu dilakukan demi mencapai kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Perawatan dapat dimulai dari memperhatikan diet makanan, pembersihan plak atau sisa makanan dengan menyikat gigi dengan baik dan benar. Pembersihan karang gigi dan penambalan gigi yang berlubang serta kunjungan berkala ke pelayanan kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali bila ada keluhan ataupun tidak ada keluhan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut maka akan dicapai suatu kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Sehingga kesehatan jasmani dan rohani seperti yang diharapkan akan tercapai.

XVII.     SUMBER

Reca, Ainun. 2019. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Pewarnaan Gigi (Stain) di Desa Peuniti Kota Banda Aceh : Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 3 No 1.

http://id.wikipedia.org/wiki/Karang_gigi

http://dokternasir.web.id/2009/03/menjaga-kesehatan-gigi-dan-mulut.html

http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/06/kesehatan_gigi_dan_mulut.pdf

http://id.wikipedia.org/wiki/ksries_gigi

http://www.indonesiaindonesia.com/f/10639-gingivitis/